Saturday, May 2, 2026

Teman Kencan Setia


 Setelah dipikir-pikir lagi, ternyata dia adalah teman kencan setiaku. Saat itu usianya masih 3 tahunan, kami tinggal di Chieti sebuah kota tua di Italia. Tiba-tiba dia mogok berangkat ke playgroup, entah karena bahasa yang tidak dimengertinya, atau warna rambutnya yang terlalu berbeda dari teman-temannya. Akhirnya kami putuskan untuk berhenti mengantarnya ke playgroup. 

Sejak itu kami berkencan setiap hari. Aku memgajaknya berjalan kaki keluar rumah, sekadar  untuk menikmati bangunan-bangunan tua di pusat kota, melihat kura-kura berjemur di kolam air mancur, bermain di play ground, atau mampir ke perpustakaan. Setiap kali kencan biasanya kami akan membeli masing-masing sepotong pizza. Ya, hanya sepotong bukan satu loyang. Dia selalu memesan pizza bianca, pizza tanpa topping yang hanya disiram minyak zaitun dan taburan garam. Jika sedang niat, kami membawa makanan dari rumah dan menikmatinya di bangku taman. 

Di lain waktu kami sengaja naik bus tanpa tujuan, dari terminal sampai kembali lagi ke terminal, hanya untuk menikmati pemandangan pedesaan dan munculnya bunga-bunga pertama di musim semi. Kadang kami mampir di IKEA hanya untuk membeli satu cone gelato. Sejak saat itu dia adalah teman kencan yang paling setia sampai akhirnya saat ini dia mulai sibuk dan kedepannya akan punya kehidupannya sendiri. 

Orang tua membesarkan anak dan menyiapkan mereka untuk bisa hidup tmandiri anpa kita, tapi orang tua sering lupa untuk menyiapkan hati hidup tanpa mereka. 

No comments:

Post a Comment