Hari raya umumnya selalu penuh warna, ramai, macet, bertabur makanan, dan penuh hiruk pikuk. Belum lagi banyak pertanyaan saudara dan tetangga yang konon katanya sulit dijawab. Akan tetapi, lebaranku lain lagi ceritanya. Beragam kisah seru hari raya yang kami lalui di fase awal berumah tangga.
1. Lebaran harus berangkat pagi-pagi buat war shaf di dalam masjid yang sangat kecil, karena kalau di luar bisa beku kedinginan 🥶
2. Pernah hidangan lebaran hanya indomie, karena menurut kami itu adalah menu yang istimewa, dirindukan, dan susah ditemukan 😂 Lebih menarik dari ketupat dan opor ayam yang membuatnya jauh lebih rumit
3. Pernah tidak ada sholat Eid di kota kami, jadi harus travelling ke luar kota dulu kalau mau ikut sholat eid. Habis sholat eid malah harus cari resto yang jual makanan halal.
4. Pernah sehabis sholat eid suami masih harus berangkat kerja lagi dan anak ke sekolah lagi, karena lebarannya bukan di hari libur nasional
5. Pernah lebaran bingung mau apa karena tidak ada keluarga yang akan dikunjungi dan tidak ada pula yang akan mengunjungi. Akhirnya hanya melihat foto-foto kumpul keluarga orang lain melalui media sosial 😅
6. Pernah juga lebaran tanpa bersama orang tua dan keluarga besar. Sepiii... Tidak ada menu istimewa, tidak menyiapkan kue kering, tidak menyiapkan angpaw juga
7. Kalau malam takbiran harus nyetel dari HP sendiri biar berasa vibes lebarannya, karena tidak ada suara takbiran sama sekali
8. Sering tidak membeli baju baru dan memakai baju yang ada saja. Karena di kota kami tidak ada yang menjual baju koko, baju batik, dan baju muslimah lainnya 😁
Namun, apapun keadaannya, tetap saja ada rasa haru dan bahagia yang bercampur. Haru karena berpisah dengan Ramadhan bahagia karena menyambut hari raya. Bagaimanapun kondisi lebaranmu saat ini, selalu ada hal yang patut disyukuri.

